Shoetanz-Cyber4rt 48 dd Penyolongan Crew mamzerd Photobucket Gatra-Cyber Kiyoshisubs
Xpress Community KZ grups
Atsuke Cyber Is Valid HTML5
ppp Perkenalkan Nama Saya Atsuke ( Nama Dumay [=Dunia Maya] Atau Lebih Keren Nya Cyber Name XD ) Saya Ingin Sekali Menjadi Blogger Yang Kreatif, Meskipun Post Saya Banyak Yang Hasil Copas Dari Blog - Blog Dan Website - Website Lain ( Tetapi Tenang Aja Saya Kasih Sumber Kok XD ), Template Blog Ini Bukan Hasil Dari Buatan Tangan Saya ( Tenang Aja Footer Nya Kagak Ane Ganti Kok, Cuma Saya Tambahin Sedikit XD ), Saya Juga Ingin Sekali Mendesign Suatu Web, Dan Saya Juga Ingin Lebih Mendalami Ilmu - Ilmu Tentang Informasi Teknologi. Kalau Ada Yang Mau Lebih Kenal Dengan Saya ( Kagak Butuh Orang Maho XD ) Atau Ada Yang Mau Ditanyakan Bisa Add Account Facebook Saya [ www.facebook.com/atsuke.kotaro ] Atau Bisa Follow Account Twitter Saya [ www.twitter.com/AnonioAtsuke ] Mungkin Hanya Ini Yang Saya Sampaikan, Jangan Lupa Follow Dan Visit Terus Blog Saya.... Lihat Profil Lengkap Ku

Hacker Manfaatkan Jejaring Sosial Untuk Tutupi Kejahatannya


Sebuah riset terbaru telah menemukan fakta bahwa para pelaku kejahatan cyber telah menemukan cara baru agar kegiatan mereka tidak dapat dilacak. caranya adalah memanfaatkan jejaring sosial.

Seperti yang dilansir oleh Mashable (23/4), menurut laporan dari FireEye, didapatkan fakta baru bahwa kini para pelaku kriminal cyber mulai memanfaatkan berbagai jaringan social media seperti Facebook, Twitter, hingga Baidu. Hal ini dilakukan agar aktivitas mereka lebih sulit dilacak jika nantinya ketahuan.

"Hal ini merupakan teknik pengalihan. Ini merupakan cara untuk menghindari deteksi, mencoba terlihat se normal mungkin," kata Rob Rachwald, peneliti dari FireEye.

Yang mengejutkan lagi, ditemukan bahwa angka serangan cyber ini ternyata meningkat dari tahun ke tahun. Tercatat, sudah ada server berbeda di 185 negara yang menjadi sasaran serangan ini hanya pada 2012 saja.
Jika dipilah, serangan ini lebih banyak terjadi pada negara Asia dan Eropa. China, Korea, India, Jepang, dan Hong Kong merupakan korban terbanyak di Asia dengan laporan serangan 24 persen dari total seluruh serangan.

Sementara 22 persen sisanya terjadi di Russia, Poland, Romania, Ukraine, Kazakhstan, Latvia, dan beberapa negara di Eropa Timur. Untuk 44 persen lainnya terjadi di AS.

Adapun serangan yang mulai marak digunakan adalah dengan memanfaatkan malware Gh0st RAT (Remote Administration Tool). Lewat malware ini, pelaku bisa memata-matai seluruh kegiatan pengguna mulai dari input keyboard hingga merekam pergerakan layar.

Sumber : MERDEKA

Lawan CISPA, Anonymous Ajak Situs Di AS 'Bunuh Diri'


Aksi Pemerintah Amerika Serikat yang ingin memata-matai seluruh aktivitas pengguna di internet mendapatkan banyak reaksi negatif. Salah satunya, dari Hacktivist ternama, Anonymous.

Seperti yang dilansir oleh The Inquirer (22/4), baru-baru saja, Anonymous menunjukkan pergolakan baru terkait akan diberlakukannya undang-undang Cyber Intelligence Sharing and Protection Act (CISPA). Melalui situs resminya, Hacktivist yang juga menjadi dalang serangan #OpIsrael ini pun menyatakan perang.

Namun, bukan serangan DDoS maupun hacking lain yang mereka lakukan. Anonymous malah meminta situs-situs yang ada di AS untuk menutup diri sebagai bentuk protes terhadap undang-undang tersebut.

Rencana boikot ini pun bisa diketahui lewat akun Twitter resmi mereka @YourAnonNews. Dalam salah satu kicauannya, bahkan Anonymous meminta siapa saja untuk memberikan saran mengenai situs pemerintah AS mana saja yang layak dijatuhkan.

Jika pernyataan di atas benar, maka mungkin saja dalam beberapa jam ke depan kita akan menjadi saksi dalam serangan #CISPABlackout. Dengan begitu, maka ini bisa jadi merupakan aksi besar-besaran setelah operasi pembersihan #OpIsrael.

Aksi yang dilakukan Anonymous ini sendiri bermula dari rencana pemerintah AS yang ingin memiliki akses ke semua data yang ada di dunia maya. Dengan hal ini, maka semua kegiatan email, Facebook, Twitter, dan sebagainya bisa diketahui AS kapan saja.

Hal ini tentunya menyebabkan pergolakan dari para pengguna internet di AS, terutama bagi Anonymous yang memang eksistensinya terlihat di dunia maya ini.

Well, aksi serangan besar setelah #OpIsrael yang dilancarkan Anonymous ini akan menjadi kenyataan? Kita lihat saja pada 22 April waktu AS.
Sumber : MERDEKA

373 Situs AS Siap 'Bunuh Diri' Untuk Lawan CISPA


Aksi 'bunuh diri' yang ditawarkan Anonymous untuk situs-situs yang ada di AS nampaknya mendapatkan tanggapan yang cukup bagus. Hal ini terlihat dari ratusan situs yang sudah mendaftarkan diri untuk 'dibunuh' selama 24 jam ke depan.

Seperti yang dilansir dalam kicauan @YourAnonNews (22/4), setidaknya sudah ada 373 situs asal AS yang siap bunuh diri. Situs-situs ini menyatakan akan serentak offline selama 24 untuk melakukan protes atas disahkannya UU CISPA.

Selain 373 situs ini, dikabarkan ada pula ratusan akun Facebook dan Twitter yang juga akan dimatikan. Sayangnya, tidak disebutkan FB atau Twitter mana saja yang juga ikut dalam aksi ini.

Dari daftar situs yang ikut bunuh diri ini, merdeka.com (22/4) tidak menemukan nama situs-situs terkenal dan besar yang ikut di dalamnya. Jadi, meskipun mati bersamaan, situs-situs ini nampaknya tidak akan mengganggu stabilitas di dunia maya.

Aksi yang dilakukan Anonymous ini sendiri bermula dari rencana pemerintah AS yang ingin memiliki akses ke semua data yang ada di dunia maya. Dengan hal ini, maka semua kegiatan email, Facebook, Twitter, dan sebagainya bisa diketahui AS kapan saja.

Hal ini tentunya menyebabkan pergolakan dari para pengguna internet di AS, terutama bagi Anonymous yang memang eksistensinya terlihat di dunia maya ini.

Sumber : MERDEKA

Anonymous Surati Obama Agar Veto CISPA


Selain mengajak ratusan situs offline, Anonymous rupanya punya cara baru untuk menentang keberadaan CISPA. Caranya adalah dengan menyurati Barack Obama, Presiden AS.

Seperti yang dilansir oleh akun Twitter Anonymous, @YourAnonNews (22/4), dikabarkan bahwa mereka telah melayangkan sebuah surat elektronik melalui situs theeca.com langsung kepada Obama. Karena online, maka surat ini pun bisa dibaca oleh siapa saja.

Dalam surat tersebut, dijelaskan bagaimana Obama yang sebelumnya berjanji akan melakukan veto terkait dengan disahkannya undang-undang CISPA. Oleh karenanya, Anonymous pun menanyakan kelanjutan jani tersebut.

"Anda telah berjanji dan kami mohon untuk ditepati... Mohon lindungi kebabasan kami dan veto CISPA ketika saatnya tiba," tulis Anonymous dalam surel tersebut.

Sayangnya, hingga saat ini belum diketahui apakah surat ini akan benar-benar sampai kepada Obama. Namun, selama ini theeca.com sendiri memang dikenal sebagai sarana untuk menyurati para tokoh terkenal dunia, termasuk Presiden AS.

Barack Obama sendiri sebelumnya memang pernah berjanji akan memveto undang-undang ini. Menurutnya, hal ini melanggar hak kebebasan sipil yang selama ini dijamin oleh konstitusi.

Sumber : MERDEKA

6 Serangan Hacker Terhebat Dalam Sejarah

Dunia peretasan memang unik dan menarik untuk diikuti perkembangannya. Ada banyak kasus mulai dari yang menjadikan tersangka peretasan sebagai terpidana sampai menjadikannya seorang yang terkenal karena direkrut oleh organisasi atau perusahaan besar karena keahliannya tersebut.

Mengutip dari daftar peretasan terbesar sepanjang sejarah yang pernah dimuat dalam Telegraph (20/03), ada 5 aksi peretasan dimulai sebelum tahun 2006 sampai 2011 kemarin ditambah dengan penyerbuan Anonymous ke Israel beberapa minggu lalu.

1. Op Israel

Memang sampai sekarang tidak ada informasi resmi terkait serangan yang dilancarkan oleh Anonymous dan pengikutnya dari seluruh dunia termasuk kelompok hacker lainnya.
Pihak Israel menyebutkan bahwa aksi yang dilakukan Anonymous tersebut gagal untuk melenyapkan Israel dari internet sesuai janji mereka. Namun pihak Anonymous menyatakan bahwa aksi mereka berhasil dengan merontokkan ribuan situs pemerintahan, militer, perusahaan sampai dengan account Facebook, TWitter atau juga data penting kenegaraan serta data kartu kredit.

2. Sony PlayStation Network
Pada tahun 2011 silam, kelompok peretas berhasil membobol jaringan Sony PlayStation Network. Aksi peretasan ini mengabikbatkan lebih dari 70 juta data kartu kredit berhasil dicuri. Karena aksi tersebut, Sony akhirnya menutup semua layanannya selama beberapa minggu dan membenahi segala hal termasuk memberikan kompensasi kepada para pelanggannya.

3. Epsilon
Salah satu perusahaan marketing email bernama Epsilon melaporkan bahwa mereka telah menjadi korban aksi peretasan pada tahun 2011 silam, Dalam aksi tersebut, Epsilon mengatakan bahwa ada banyak data yang diambil dari mereka.

Sayangnya, Epsilon tidak menyebutkan jumlah pasti berapa data yang berhasil dicuri. Epsilon juga mengatakan bahwa data yang diambil tersebut hanyalah daftar nama dan email saja. Setiap tahunnya, Epsilon menerima kiriman 40 juta lebih email dari pelbagai perusahaan termasuk 2000 perusahaan ternama di dunia seperti Marks and Spencer.

4. Heartland Payment Systems
Perusahaan pemroses pembayaran di New Jersey, Amerika Serikat, bernama Heartland Payment Systems pernah kehilangan sekitar 10 juta data kartu kredit pada tahun 2009 silam karena aksi peretasan.

Dari jumlah tersebut sekitar 175 ribu data kartu kredit milik pebisnis berhasil dicuri. Menurut penelitian, serangan ini dilakukan oleh seorang peretas bernama Alberto Gonzalez yang ditengarai juga sebagai dalang peretasan TJX di tahun 2007.

5. TJX

Pada tahun 2007 silam, ada sebuah aksi peretasan yang menjadikan sebuah perusahaan Amerika Serikat bernama TJX sebagai target. Dari aksi peretasan ini lebih dari 45 juta kartu kredit orang-orang yang berbelanja di TJ MAxx dicuri.

Beberapa pakar atau pengamat teknologi mengatakan bahwa jumlah yang diberitakan hanyalah sedikit dari jumlah aslinya. Menurut mereka jumlah kartu kredit yang berhasil dicuri sebanyak mendekati 94 juta.

6. Operation Shady RAT
Beberapa tahun lalu ada sebuah operasi hacker dengan nama sandi Operation Shady RAT (Remote Access Tool). Operation Shady RAT merupakan kampanye peretasan yang menjadikan 72 jaringan organisasi di seluruh dunia sebagai targetnya termasuk pemerintah Amerika Serikat, pemerintah Inggris, 12 situs pertahanan Amerika Serikat dan banyak perusahaan teknologi lain di seluruh dunia.

Aksi ini merupakan tindakan yang dilakukan secara bertahan dari sebelum tahun 2006 sampai 2010 lalu. Belum ada alasan dan informasi pasti apa yang mendasari dilakukannya Operation Shady RAT.

Menurut peneliti dari McAfee, ada aktor intelektual khusus yang berdiri di balik serangan itu, namun perusahaan pencipta antivirus ini menolak membeberkan siapa yang dimaksu dengan aktor intelektual tersebut. Mereka hanya mengatakan bahwa China adalah salah satu dari para penyerang.

Sumber : MERDEKA

Cara Wildan Meretas Situs Presiden SBY

Wildan Yani Ashari alias Yayan tak ubahnya mereka yang memiliki hobi menggunakan kecanggihan teknologi informasi. Pemuda kelahiran Balung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, 18 Juni 1992, itu biasa menyalurkan kemampuannya di Warung Internet (Warnet) Surya.Com di Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Kebonsari, Jember.

Wildan bukan pakar teknologi informatika. Dia lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Balung 2011 jurusan teknik bangunan. Namun pekerjaannya sebagai penjaga sekaligus teknisi di Warnet CV Surya Infotama milik saudara sepupunya, Adi Kurniawan, membuat Wildan mengenal lika-liku internet. Wildan pun memilih tidak melanjutkan pendidikannya ke tingkat perguruan tinggi.

Kamis kemarin, 11 April 2013, Wildan mulai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jember. Dia bukan terdakwa biasa. Wildan menjadi pesakitan karena meretas situs pribadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, http://www.presidensby.info.

Seperti dipaparkan tim Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jember, Wildan melakukan aksinya di Warnet tersebut pada pertengahan 2012 hingga 8 Januari 2013.

Bermodalkan perangkat komputer billing yang biasa digunakannya sebagai penerima bayaran dari para pengguna internet, Wildan yang menggunakan nickname MJL007 mulai mengutak-atik laman www.jatirejanetwork.com dengan IP address 210.247.249.58.

Laman www.jatirejanetwork.com yang dikelola Eman Sulaiman bergerak di bidang jasa pelayanan domain hosting. Wildan yang biasa dipanggil Yayan mencari celah keamanan di laman itu. Kemudian melakukan SQL Injection atau Injeksi SQL, teknologi yang biasa digunakan para peretas atau hacker agar bisa mendapatkan akses ke basis data di dalam sistem.

Wildan lantas menanamkan backdoor berupa tools (software) berbasiskan bahasa pemrograman PHP yang bernama wso.php (web sell by orb). Dalam dunia teknologi informasi dan komunikasi, dengan mekanisme backdoor yang ditanamkannya, hacker bisa melakukan compromise, yakni melakukan bypass atau menerobos sistem keamanan komputer yang diserang tanpa diketahui oleh pemiliknya.

Wildan pun mengutak-atik laman www.techscape.co.id yang memiliki IP address 202.155.61.121 dan menemukan celah keamanan. Wildan berhasil meretas server yang dikelola CV. Techscape itu dan memasuki aplikasi WebHost Manager Complete Solution (WMCS) pada direktori my.techscape.co.id.

Pada November 2012, Wildan mulai mengakses laman www.jatirejanetwork.com yang telah diretasnya. Menjalankan aplikasi backdoor yang telah dia tanam sebelumnya, Wildan menggunakan perintah command linux: cat/home/tech/www/my/configuration/.php, hingga akhirnya berhasil mendapatkan username dan kata kunci dari basis data WHMCS yang dikelola CV. Techscape.

Setelah itu, anak bungsu pasangan Ali Jakfar- Sri Hariyati itu menjalankan program WHMKiller dari laman www.jatirejanetwork.com untuk mendapat username dan kata kunci dari setiap domain name yang ada. Dia pun memilih domain dengan username: root, dan password: b4p4kg4nt3ngTIGA dengan port number: 2086.

Dengan username dan kata kunci tersebut, Wildan lantas menanamkan pula backdoor di server www.techscape.co.id, pada pukul 04.58.31 WIB pada 16 November 2012.

Agar backdoor tersebut tidak diketahui admin, Wildan merubah nama tools menjadi domain.php dan ditempatkan pada subdirektori my.techscape.co.id/feeds/, sehingga Wildan bisa leluasa mengakses server www.techscape.com melalui URL: my.techscape.co.id/feeds/domain.php. "Untuk mengakses itu, dia sudah memiliki password yayan123," kata salah seorang anggota JPU, Lusiana.

Kemudian pada 8 Januari 2013 Wildan mengakses laman www.enom.com, sebuah laman yang merupakan domain registrar www. techscape.co.id, hingga berhasil melakukan log in ke akun techscape di domain registrar eNom. Inc yang bermarkas di Amerika Serikat. Dari situlah Wildan mendapatkan informasi tentang Domain Name Server (DNS) laman www.presidensby.info.

Setidaknya ada empat informasi penting berupa data Administrative Domain/Nameserver yang dia dapatkan dari laman pribadi Presiden SBY itu, yakni Sahi7879.earth.orderbox-dns.com, Sahi7876.mars.orderbox-dns.com, Sahi7879.venus.orderbox-dns.com, dan Sahi7876.mercuri.orderbox-dns.com.

Wildan lantas mengubah keempat data tersebut menjadi id1.jatirejanetwork.com dan id2.jatirejanetwork.com. Selanjutnya pada pukul 22.45 WIB, Wildan menggunakan akun tersebut (lewat WHM jatirejanetwork), sehingga dapat membuat akun domain www.presidensby.info dan menempatkan sebuah file HTML Jember Hacker Team pada server www.jaterjahost.com. "Sehingga ketika pemilik user interne tidak dapat mengakses laman www.presidensby.info yang sebenarnya, akan tetapi yang terakses adalah tampilan file HTML Jember Hacker Team," ujar Lusiana pula.

Ulah Wildan tercium Tim Subdit IT dan Cybercrime Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Mabes Polri yang mendapat laporan terjadinya gangguan pada laman Presiden SBY. Setelah melakukan penyelidikan, diketahui bahwa aksi illegal DNS redirection dilakukan MJL007 dari warnet yang dijaga Wildan. Akhirnya Wildan ditangkap pada 25 Januari 2013, sekitar pukul 23.00 WIB.

Sumber : Yahoo

Setelah Israel, Anonymous Alihkan Sasaran Ke AS

Setelah sebelumnya menyerang Israel dengan #OpIsrael, kini Anonymous mulai menyiapkan diri untuk menyerang sekutu negara zionis ini, Amerika Serikat.

Seperti yang dilansir oleh Ill Secure (9/4), sesaat usai memporak porandakan dunia maya Israel, Anonymous nyatanya tidak bersantai. Mereka langsung menyiapkan diri menyongsong #OpUSA dengan sasaran utama Amerika Serikat, sekutu Israel.

Dirumorkan, serangan #OpUSA ini pun dijanjikan akan dimulai pada 7 Mei mendatang. sasarannya pun sama, yaitu menyerang seluruh komputer server dan situs yang berada di negeri paman Sam itu.

Adapun alasan Anonymous melakukan serangan ini dikarenakan sepak terjang Amerika Serikat di Timur Tengah. Anonymous menilai bahwa AS telah menyebabkan kekacauan dengan menginvasi negara-negara seperti Afganistan, Irak, dan Pakistan.

Atas hal ini, maka beberapa peretas yang dipelopori oleh Mauritania Hacker Team dan AnonGhost Team yang juga menjadi dalang dibalik serangan #OpIsrael pun kembali ambil bagian. bahkan, mereka menjanjikan serangan ke negara adikuasa ini akan lebih kejam ketimbang serangan mereka ke Israel.

Kira-kira, apakah serangan gelombang kedua dari Anonymous ini akan berhasil? Kita tunggu saja pada 7 mei mendatang!

Sumber : MERDEKA

Seminggu Dihantui Anonymous, Israel Tetap Tegar

Serangan terencana dari Anonymous di berbagai belahan dunia terhadap Israel dalam seminggu terakhir memang membuat negara zionis tersebut kalang kabut. Namun, nyatanya hingga kini Israel masih ada di Internet.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, serangan #OpIsrael pada dasarnya ditujukan untuk menghapuskan Israel dari muka dunia maya. Hal ini dilakukan lantaran Israel yang dinilai Anonymous selalu mengganggu perdamaian dunia dan tiada hentinya mengancam tetangga mereka, Palestina.

Maka, selama seminggu kemarin, berbagai serangan cyber terhadap negara ini pun silih berganti dilancarkan. Mulai dari membobol akun jejaring sosial hingga situs-situs resmi pemerintahan pun diklaim pihak Anonymous telah berhasil dilaksanakan.

Sayangnya, serangan ini terlihat sia-sia. Pasalnya, meskipun sudah berhasil menyerang, Israel tetap ada di internet hingga saat ini.

Jadi, #OpIsrael gagal?

Jawabannya bisa ya bisa juga tidak. Tergantung dari sisi mana kita menyikapinya.

Memang, Anonymous gagal dalam menghapus Israel dari Internet, namun mereka ternyata mampu juga membuat negara ini kalang kabut dan merugi secara finansial.

Hal ini setidaknya pemerintahan Israel harus merugi lantaran beberapa data pentingnya dibocorkan pihak Anonymous. Untungnya mereka mampu mengambil alih lagi situs-situs yang telah diserang sehingga kerugian yang diderita tidak berkepanjangan.

Mungkin saja, jika Anonymous lebih terencana dalam melakukan perang ini, menghapus Israel bukanlah hal yang mustahil. Sayangnya, dengan adanya pernyataan bahwa Anonymous 'inti' ternyata tidak mendukung serangan ini maka Anonymous pun tak mampu membuat keberadaan Israel di internet lenyap untuk selamanya.

Sumber : MERDEKA

Jadi Anggota Anonymous, ABG Australia Dibui


Setelah empat pemuda Inggris dibekuk lantaran aksi peretasan, kini giliran ABG Australia yang terjerat masalah serupa.

Seperti yang dilansir oleh Mac World (8/4), kepolisian Australia baru saja menangkap seorang pemuda yang diduga menjadi anggota dari Hacktivist Anonymous. Penangkapan ini pun didasari karena sang pemuda diketahui melakukan beberapa serangan cyber ke komputer pemerintahan Australia.

Atas tindakannya ini, pemuda yang masih berusia 17 tahun ini pun dibawa ke persidangan anak-anak di Parramatta, Sydney, negara bagian New South Wales. Direncanakan persidangan ini pun akan terus dilanjutkan pada 17 Mei mendatang.

Meski diduga terlibat jaringan hacker global ini, pihak berwajib belum mau memberikan keterangan lebih lanjut. "Remaja ini diduga menjadi anggota jaringan Anonymous dan melakukan berbagai serangan serius atas nama jaringan tersebut," jelas pihak kepolisian kepada AFP.

Adapun yang dimaksud dengan serangan berbahaya ini adalah enam kali aktivitas modifikasi data, satu kali akses tanpa izin, satu kali kegiatan pengambilan data dengan tujuan perusakan, dan 12 kali akses ke data terlarang.

Tuduhan kepada anggota Anonymous ini sendiri bukanlah yang pertama kalinya. Sebelumnya, empat pemuda yang tergabung dalam Lulzsec di Inggris juga ditangkap oleh kepolisian setempat karena aktivitas peretasannya. Uniknya, keempat pemuda ini juga merupakan anggota Anonymous.

Sumber : MERDEKA

Wildan, Peretas Situs SBY Jebolan SMK Diancam Penjara 10 Tahun


Wildan Yani Ashari, peretas (hacker) laman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), www.presidensby.info yang kini berganti nama www.presidenri.go.id, telah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jember, Jawa Timur.

Namun hacker muda ini disidang tanpa didampingi pengacara. Ketika itu Ketua Majelis Hakim Syahrul Machmud, bertanya kepada lelaki 21 tahun itu. Apakah terdakwa didampingi pengacara? Dia menjawab,"tidak, saya tidak didampingi penasehat hukum."

Seperti dikutip dari Antara, majelis hakim bakal mengabulkan permintaan Wildan bila dia meminta didampingi penasihat hukum.

Sidang perdana kasus hacker jebolan SMK ini digelar di PN Jember itu dengan agenda pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum (JPU), Jaksa Mujiarto dan Lusiana tersebut berlangsung sekitar 20 menit.

Secara bergantian, keduanya membacakan dakwaan terhadap Wildan. Dia didakwa melanggar Pasal 50 juncto Pasal 22 huruf b Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi.

Wildan didakwa melanggar Pasal 46 ayat (1), (2), dan (3) Jo Pasal 30 ayat (1), (2), dan (3) serta Pasal 48 ayat (1) Junto Pasal 32 ayat (1) Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Serangkaian pasal itu mengancam Wildan dengan hukuman penjara 6 hingga 10 tahun penjara serta denda mencapai Rp5 miliar.

Jaksa Mujiarto mengatakan, Kejari Jember sudah menawarkan kuasa hukum kepada Wildan sejak awal berkas perkaranya dilimpahkan oleh Tim Mabes Polri ke kejaksaan negeri setempat, namun terdakwa tetap menolak.

Sumber : MERDEKA

Korsel: Korut Yang Retas Kami Maret Silam

Serangan terhadap dua jaringan bank besar dan beberapa media Korea Selatan sudah diketahui dalangnya. Menurut penelusuran, saudara mereka, Korea Utara lah pelakunya.

Seperti yang dilansir oleh ZDNet (10/4), sebuah penyelidikan menyeluruh terhadap serangan cyber ini akhirnya menemui titik terang. Diketahui bahwa serangan peretas berskala besar ini merupakan ulah dari Reconnaissance General Bureau milik militer pemerintah Korea Utara.

Hal ini pun dinyatakan secara terang-terangan oleh para peneliti serangan yang terjadi akhir bulan lalu ini. "Serangan ini sudah dipersiapkan dan dimatangkan dengan baik oleh Korea Utara," kata seorang juru bicara KISA (Korea Internet and Security Agency).

Selain itu, disebutkan pula kalau serangan terencana ini memang berasal dari Korea Utara. "Kami telah mengumpulkan berbagai bukti yang menyimpulkan kalau Reconnaissance General Bureau merupakan dalang dibalik semua ini, telah mempersiapkannya selama delapan bulan," lanjutnya.

Dari penelusuran ini, diketahui bahwa pola serangan cyber terbesar di Semenanjung Korea ini terlaksana dari 19 tempat berbeda di 10 negara termasuk Korea Utara. Dari ke 49 tempat tersebut, ternyata 22 di antaranya berasal dari Korea Utara.

Akibat serangan ini sendiri, hampir 49 ribu mesin termasuk PC, ATM, hingga komputer server rusak total.
Memang, sejak Korea Selatan melakukan latihan militer gabungan dengan Amerika Serikat, kenyamanan di Semenanjung Korea mulai terusik. Korut menganggap bahwa latihan ini merupakan upaya untuk menginvasi negaranya.

Sumber : MERDEKA

Anggota Anonymous Di Inggris Dipidanakan


Britania Raya benar-benar mengambil langkah tegas bagi para peretas di negerinya. Baru saja, beberapa orang yang dianggap merupakan bagian dari Lulzsec diancam hukuman pidana lantaran perbuatannya.

Seperti yang dilansir oleh BBC (9/4), hukuman ini dikeluarkan lantaran Lulzsec terbukti menyerang NSH dan Serious Organised Crime Agency (Soca) lewat serangan cyber. Lulzsec dianggap mencoba melakukan tindakan Distributed Denial of Service (DDoS) terhadap dua badan tersebut.

Akibatnya, organisasi yang diisi oleh empat orang termasuk pentolannya, Ryan Ackroyd, pun diancam hukuman pidana. Adapun berkas mereka kini masih ditangani pihak berwajib sebelum menjalani persidangan pada bulan depan.

Bersama dengan Ryan Ackroyd, ada beberapa nama pemuda seperti Mustafa Al-Bassam, Jake Davis, dan Ryan Cleary. Khusus untuk nama terakhir, merupakan muka lama di dunia hacking karena pernah dinyatakan bertanggung jawab atas aksi peretasan di komputer US air force agency Pentagon, AS.

Lulzsec sendiri adalah sebuah organisasi anggota dari Anonymous, hacktivist paling populer di dunia yang bergabung pada 2011. Dalam aksinya, Lulzsec melancarkan serangan DDoS kepada sasaran sehingga situsnya menjadi ramai trafik dan tidak bisa diakses siapa saja.

Sumber : MERDEKA

OpIsrael.com Adalah Propaganda Hacker Israel?

Beberapa waktu lalu hacker Israel mengatakan bahwa mereka berhasil lumpuhkan situs resmi OpIsrael. Namun, menurut beberapa 'cabang' Anonymous, aksi tersebut hanya propaganda.

Sesaat setelah dimulainya serangan dengan hashtag #OpIsrael diluncurkan dengan menggempur situs-situs Israel secara membabi-buta, hacker-hacker Israel membalasnya dengan merontokkan banyak situs di luar negara mereka, khususnya negara di jazirah Arab.

Bahkan dalam serangan balik tersebut, pihak hacker Israel mengatakan bahwa mereka berhasil menguasai situs resmi #OpIsrael. Tentu saja dengan berhasil dikuasainya situs tersebut memunculkan banyak sindiran bahkan cemoohan dari para pro-Israel.

Namun akhirnya, beberapa 'cabang' Anonymous memberikan klarifikasinya atas ditaklukkannya situs OpIsrael.com tersebut. Dalam account Twitter #OpIsrael, @Op_Israel, pihak Anonymous mengatakan bahwa itu bukanlah situs mereka.
Situs bernama Opisrael.com tersebut adalah propaganda yang sengaja dibuat pihak Israel dengan menambahkan pesan-pesan 'perjuangan' serta logo-logo Anonymous di dalamnya.

Setelah membuatnya, ketika tepat pada tanggal 07 April, sesuai dengan tanggal yang ditetapkan dalam aksi penyerangan ke situs Israel dimulai, situs tersebut kembali dimodifikasi agar terlihat seperti baru saja diretas.

Dalam account Twitter #OpIsrael, @Op_Israel, pihak Anonymous mengatakan bahwa untuk operasi ini, mereka menggunakan situs dengan nama Operationisrael.tk, buka Opisrael.com.
Belum ada informasi detail yang dapat membuktikan bahwa pernyataan siapa yang lebih benar dalam hal ini. Well, kembali Anda yang dapat menilai mana situs Operasi Israel milik Anonymous yang benar. Berikut screenshot kedua situs tersebut.
(Website #OpIsrael asli menurut Anonymous)

(Website #OpIsrael yang menurut hacker Israel milik Anonymous)

Sumber : MERDEKA

Balasan Tanpa Hasil Peretas Israel

Tidak terima ratusan situs kecil dan besar dihajar peretas sejagat, para peretas Israel langsung melakukan serangan balasan. Mereka menyerang beberapa situs Islam besar diyakini menyerang alamat Internet di Negeri Bintang Daud itu.

Surat kabar Israel Haaretz melansir, selang beberapa jam setelah beberapa situs penting di Negeri Zionis itu lumpuh peretas negara itu langsung membalas. Situs yang mereka serang disisipkan lagu kebangsaan Israel bersama tulisan 'Kami tidak takut'.

Namun sayang, beberapa situs terdaftar di Israel sebagai alamat Internet Islam ternyata buatan orang China. Bukan hanya barang palsu yang banyak diproduksi di Negeri Tirai Bambu itu bahkan situs pun dipalsukan. Namun ini menguntungkan dan para peretas sudah jauh-jauh hari memikirkan serangan balasan ini.

Peretas sejagat memang sudah gerah dengan sikap Israel secara sepihak mengabaikan hukum internasional. Tahun lalu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) lewat jajak pendapat meluluskan keinginan Palestina untuk mendirikan negara sah dan diakui sejagat. Hanya segelintir pihak yang menolak rencana itu termasuk Negeri Bintang Daud sekutu terbaiknya Amerika Serikat.

Saat pecah konflik Palestina-Israel 2012 peretas geram dan mengancam untuk mengobrak-abrik situs-situs penting di Israel. Mereka lebih dulu mengeluarkan pernyataan sebelum bertindak, akibatnya negara itu sudah mengantisipasi rencana itu dan hanya satu situs radio berhasil disusupi. Mereka tidak bisa mengakses sekitar 10 menit dan siaran radionya berubah menjadi suara ayat-ayat Al-quran.

Namun kali ini tanpa pemberitahuan terlebih dahulu serangan fajar menimpa situs-situs besar dan kecil di Israel. Mereka sempat kalang kabut. Seluruh ahli sistem jaringan komputer negara itu dipanggil untuk mengatasi masalah ini. Kecerdasan para ahli sistem jaringan komputer ini memang tidak sembarangan, dalam waktu setengah jam ulah peretas bisa ditangani dan situs besar seperti parlemen Knesset, situs agen rahasia Mossad, dan banyak lagi bisa beroperasi kembali.

Peretas memperingatkan Israel agar mereka segera angkat kaki dari Jalur Gaza dan wilayah Tepi Barat serta menghentikan pembangunan permukiman bagi Yahudi. Mereka mengancam jika ini tidak dilakukan maka serangan demi serangan akan merepotkan Negeri Zionis itu.

Bisa jadi untuk beberapa bulan ke depan peretas Israel dan ahli jaringan sistem komputer negara itu bakal lembur kerja lantaran ancaman ini.

Sumber : MERDEKA

Saat Peretas Tepati Janji

Peretas sejagat memenuhi janjinya untuk menyerang situs-situs di Israel. Ahad lalu berbagai alamat Internet penting termasuk milik parlemen Negeri Bintang Daud Knesset tiba-tiba tidak dapat diakses. Layar mengatakan situs itu telah dikacaukan oleh peretas.

Surat kabar Israel Haaretz melansir pada Ahad (7/4) penyebab peretas marah yakni persoalan kebijakan Negara Zionis itu di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Mereka bersumpah menghapus peta Israel dari Internet.

Puluhan situs kecil dan beberapa situs besar terkena dampaknya. Situs besar mampu menangani kerusakan setelah setengah jam. Meski terlihat sebentar namun menghasilkan kerugian tidak sedikit. Bahkan Anda dapat mendengar suara azan dari situs Knesset yang berhasil dibobol hacker dari Argentina.

Para peretas menyebutnya Operasi Israel merilis daftar berbagai alamat email dan kartu kredit dari sebuah situs menjual peralatan perang. Militer langsung kalang kabut dan mengatakan informasi dipublikasikan bukan dari mereka.

Situs kepolisian Israel juga jadi incaran peretas. Sehari sebelum invasi besar-besaran beberapa situs kepolisian di banyak wilayah mengalami kesulitan akses meski dalam waktu singkat sudah normal.

Peretas mengklaim berhasil melumpuhkan situs penting lainnya yakni alamat Internet resmi kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, situs keamanan otoritas Israel, situs Biro Pusat Statistik dan Imigrasi. Namun semua itu dibantah oleh pemerintah Bintang Daud. Meski mereka mengakui beberapa situs di bawah departemen pertahanan macam industri militer dan kantor agen rahasia Mossad ikut kena sekitar 15 menit.

Sebuah laporan di situs jejaring sosial Twitter yang terhubung dengan peretas mengatakan Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Force) telah menangkap salah seorang dicurigai masuk dalam kelompok anonim, kelompok peretas paling berbahaya sejagat. Namun seolah kebakaran jenggot dan tak ingin mereka ramai-ramai menyerang IDF langsung membantah kabar itu.

Tak hanya itu, 19 ribu akun Facebook soal Israel pun ikut dibajak. Namun tidak ada daftar yang dirilis. Anonim mengatakan mereka akan terus mengacak-acak Israel jika mereka tidak berhenti melakukan pelanggaran hak asasi pada rakyat Palestina. "Hentikan pembangunan permukiman untuk warga Anda dan hormati hukum internasional," demikian pesan peretas pada Israel.

Perang dunia maya ini disinyalir telah membuat Israel merinding. Laporan mengatakan mereka tengah memikirkan untuk mengatasi serangan berikutnya yang datang tiba-tiba dari anonim.

Sumber : MERDEKA

Operasi Pembersihan Israel Dari Internet Terus Berlanjut

Mungkin merasa kurang puas dengan serangan #OpIsrael yang bertepatan dengan peringatan Hollocaust, Anonymous kembali meneruskan misinya. Didukung Latin Hack Team (LHT), #Opisrael v2 dimulai.

Kabar ini sendiri pertama kali diketahui dari akun Twitter propaganda Anonymous, @YourAnonNews. Lewat akun ini, dipampang sebuah situs yang mengupdate berbagai berita seputar penyerangan hacker di seluruh dunia, termasuk Anonyous ke Israel.

Dari situs bernama cyberwarnews.info inilah diketahui bahwa serangan #OpIsrael ternyata masih belum usai. Bahkan, kini dilanjutkan lagi dengan #OpIsrael v2.

Lewat serangan kedua ini pun tercatat sudah ada beberapa situs Israel yang diklaim mampu ditumbangkan oleh Anonymous. Selain itu, ada pula bantuan beberapa tim hacker lain yang membantu Anonymous, termasuk LHT.

Adapun beberapa situs yang diklaim telah mampu mereka tumbangkan adalah:
  • israelmilitary.com
  • tase.co.il
  • health.gov.il
  • idfinfo.co.il
  • avg-israel.co.il
Hingga berita ini dimuat, memang situs di atas masih belum bisa diakses. Kemungkinan pihak pemerintah Israel menutupnya agar tidak diserang terus-terusan oleh para peretas.

Sumber : MERDEKA

Ingin Bebaskan Tibet, Anonymous Caplok Situs China


Selain bergerak di dunia maya Korea Utara dan Israel, Anonymous ternyata juga bergerilya di China. Hal ini terlihat dari upaya mereka dalam Op_Tibet.

Kabar ini sendiri pertama kali diketahui oleh media Twitter propaganda Anonymous, @YourAnonNews. Dalam sebuah kicauannya hari ini (9/4), dijelaskan mengenai kejadian yang dilakukan oleh Anonymous di negeri tirai bambu tersebut.

Di sisi lain, Tibet Truth (9/4) dalam sebuah lansirannya juga menyatakan hal serupa. Menurut situs kecil penyuara kemerdekaan Tibet ini, aksi peretasan ini sendiri dilakukan oleh @anonymoosekid, sebuah organisasi yang berafiliasi dengan Anonymous.

Diberitakan, dalam serangan tersebut, Anonymous telah berhasil mengambil alih sebuah situs jaringan kereta api China-Tibet, www.chinatibettrain.com. Akibatnya, hingga berita ini dimuat, situs tersebut masih dinonaktifkan.

Anonymous sendiri menganggap bahwa keberadaan kereta China-Tibet ini merupakan bukti otentik dominasi China atas kemerdekaan rakyat Tibet. Oleh karenanya, Anonymous ingin menghilangkan simbol kekuasaan tersebut dengan menyerang situs mereka.

Selama ini, China memang kerap dikecam dunia lantaran kebijakannya terhadap Tibet. Selama ini, banyak pihak beranggapan bahwa Tibet dihalangi demokrasinya untuk menentukan nasib sendiri oleh pemerintahan China.

Sumber : MERDEKA

Anonymous 'Inti' Tidak Dukung Gerakan #OpIsrael?

Sebuah pernyataan yang terdengar sedikit janggal muncul di account Anonymous Indonesia. Dalam pernyataannya, #OpIsrael tidak didukung oleh Anonymous 'inti.' Benarkah?

Mulai dari fanspage #OpIsrael di Facebook, Twitter sampai dengan di laman Pastebin, sudah banyak kelompok peretas baik yang menggunakan nama kelompok mereka sendiri atau juga yang mengikutsertakan nama Anonymous di dalamnya mengunggah hasil aksi mereka mulai dari tanggal 07 April 2013 kemarin.

Aksi penyerangan terhadap situs-situs Israel dengan hashtag #OpIsrael tersebut kabarnya mendapat dukungan dari pelbagai pihak di seluruh dunia. Tidak hanya 'cabang-cabang' Anonymous saja, banyak juga kelompok peretas lain yang ikut mendukung gerakan menghapus Israel dari internet.

Namun, sebuah twit yang sedikit aneh dituliskan dalam account Twitter Anonymous Indonesia, @anon_indonesia. Dalam twitnya tersebut mengatakan bahwa #OpIsrael sebenarnya dibuat oleh Anonymous Arab atau solidaritas cyber Arab.

Bahkan mereka juga menuliskan bahwa 'agresi' yang dilancarkan ke situs-situs Israel tersebut tidak mendapat dukungan dari Anonymous 'inti.'



Sedikit mencermati dan memunculkan pertanyaan, apakah benar ada yang disebut Anonymous 'inti' tersebut? Apakah benar #OpIsrael adalah ciptaan para cyber Arab yang ingin mendapatkan dukungan dari pelbagai pihak?

Well, belum ada pernyataan resmi dari siapapun untuk membuktikan twit dari Anonymous Indonesia tersebut. Benar atau tidaknya, kembali Anda sendiri yang dapat menilainya.

Sumber : MERDEKA

Wildan, Peretas Situs Presiden Terancam Hukuman Penjara 10 Tahun

Masih ingatkah akan kasus Wildan sang peretas situs Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa bulan lalu? Kini Wildan segera mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sekitar bulan Januari lalu, ada seorang peretas bernama Wildan Yani Ashari (21) berhasil meretas situs Presidensby.info. Dengan metode spoofing, dia berhasil membelokkan IP address yang ada di DNS (Domain Name System).

Kini, seperti berita yang dilansir dari Antara (09/04), Wildan akan segera diadili.

"Kami sudah selesai membentuk majelis hakim dan siap menyidangkan kasus itu," kata Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jember, Syahrul Machmud. Menurutnya, kasus seperti Wildan ini baru pertama kali ditangani PN Jember.

Secara terpisah, ayah Wildan, Ali Jakfar, mengatakan, anaknya siap menghadapi sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di PN Jember pada hari Kamis (11/4) depan. "Dia sehat dan siap menghadapi persidangan," katanya.

Setelah menjalani penyidikan di Mabes Polri, Wildan dan berkas acara pemeriksaan (BAP)-nya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember pada 26 Maret 2013.

Dalam dokumen surat perintah penahanannya, Wildan dinyatakan melanggar Pasal 50 juncto Pasal 22 huruf b Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama enam tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp600 juta.

Pria lulusan SMK itu juga dinilai melanggar Pasal 46 Ayat (1), (2), dan (3) juncto Pasal 30 Ayat (1), (2), dan (3) serta Pasal 48 Ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Serangkaian pasal itu, mengancam Wildan dengan hukuman penjara enam hingga 10 tahun penjara serta denda mencapai Rp 5 miliar.

Sumber : MERDEKA

Benarkah #OpIsrael Gagal?

Mulai tanggal 07 sampai hari ini (09 April 2013), serangan terus diluncurkan pihak Anonymous dan pendukungnya.

Serangan demi serangan sampai saat ini masih terus berlanjut. Baik di Twitter, fanspage Facebook sampai dengan Pastebin, banyak daftar situs-situs yang telah berhasil dilumpuhkan diunggah oleh Anonymous dari seluruh dunia.

Walaupun mendapat serangan bertubi-tubi dan ribuan situs, account Facebook, Twitter sampai dengan data pribadi dan militer terbongkar dan disebarkan secara online, namun pihak Israel mengatakan bahwa serangan Anonymous dan para pendukungnya tidak membawa dampak negatif seperti yang ditakutkan.

IBtimes (08/04) menuliskan bahwa dari serangan selama 3 hari ini, pihak Anonymous mengatakan bahwa Israel telah merugi sebesar kurang lebih USD 3 miliar, namun pihak Israel menyangkal dan mengatakan bahwa walaupun banyak situs yang diretas namun tidak ada data penting atau vital yang merugikan negara.

Informasi sampai sekarang ini masih simpang siur, di satu sisi Anonymous ungkapkan keberhasilannya, di sisi lain pihak Israel katakan aksi para peretas gabungan tersebut gagal. Tidak sedikit yang pro dengan Israel mengatakan bahwa situs yang diretas tersebut adalah situs kecil dengan sisi keamanan rendah dan banyak situs besar yang lumpuh, sekarang telah kembali normal.

Namun, pihak Anonymous justru membalas dengan mengatakan bahwa apa yang diucapkan Israel hanyalah propaganda dan bentuk kebohongan untuk menutupi kekalahan mereka. Menurut Anda, pernyataan siapa yang benar dalam hal ini?

Sumber : MERDEKA
 
DMCA.com Join This Site
Thanks For Visiting Gunakanlah Google Chrome Untuk Tampilan Sempurna
Mau Request ? Klik Disini